Minggu, Oktober 19, 2008

"Alinea Sang Perempuan"

Azan magrib berkumandang...

Sesaat..

Dua saat..

Tiga saat..

Hhh...

Habis! Selesai!

Tapi waktu masih mengitari syahdunya kemaghriban di petang yang akan tercuri oleh malam.

Perempuan itu masih betah duduk berhadapan dengan laptop dan menggerak-gerakkan jarinya dengan sangat lincah.Matanya terlihat sangat bersemangat mengetikkan sesuatu. Sebuah alinea. Alinea cerita yang belum jelas alurnya. Masih garing. Masih lunak. Samasekali alot!!!

Waktu masih berkutat dengan maghrib. Dan saat itulha para pasukan setan dengan mata berapi-api sungguh bersorak gembira karena mahkhluk Tuhan yang paling sempurna itu diantara ciptaanNya yang lain adalah tak ubahnya dengan sesosok iblis! Yah mereka menghancurkan keimanannya hanya demi dan demi berkutat dengan sebongkah barang elektronik yang menjadi trend masa kini!

Perempuan itu semakin larut dengan cerita yang telah diketiknya dari tadi, dari saat azan maghrib berkumandang hingga beberapa saat yang terlewati tanpa atau bahkan sama sekali tak tergerak hatinya untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.

Bejat!

Bangsat!

Terkutuk!

Laknat!

Sudah pasti dia menjadi salah satu nominasi diantara calon setan berikutnya yang akan menetap di neraka untuk selamanya. Neraka yang letaknya paling jauh dari dasar bumi,yang sama sekali belum terjamah, yang jahanam!!

Malam sudah berposisi...

Tapi perempuan itu masih dengan posisi yang sama. Tak tergantikan oleh siapapun! Dan bahkan dia tak peduli dengan masa baka yang seram yang akan menjadi catatan episode terakhir dalam kehidupannya di fana.

Bejat!

Bangsat! Laknat!

Hhh...

Seribuan cacian,makian,hujatan...telah terlontar..kosa demi kata..kata demi kosa..semua telah ternoda. Menodai alinea cerita pendek yang diketiknya dari tadi. Tapi,dia masih tetap tak peduli.

Mampus!!

Bodoh!!

Siapa yang mau mempedulikan perempuan itu?

Perempuan itu juga tak pernah peduli dengan hidupnya!

Hhh...

Perempuan itu menghela,berharap semua yang membelenggu hidupnya akan segera sirna. Lenyap. Mati. Ujung-ujungnya (neraka!) padahal surga masih nganggur...

Malam telah menjadi sebuah epilog dalam alinea yang diketiknya.

Tapi,tak ada yang tahu bagaimana akhir cerita pendek yang diketiknya dengan tangan yang tergerak lincah, mata yang tak pernah lepas dari pandangan monitor, kepala yang masih tegak berdiri, dan hati yang juga masih belum tergerak untuk berwudhu..

Bejat!

Bangsat!

Laknat! Maghrib telah berlalu...

Azan isya akan bersiap untuk diserukan...

Dan dia...

Masih tak membasuh berwudhu..

Bejat! Bangsat! Laknat!

Pantas neraka berhak digenggamnya!!

Pantas neraka berhak menggelutinya dengan api yang nikmat!!

Selamat!

Tidak ada komentar: